Mengenal Jenis Ukuran dan Cara Penggunaan Kondom

Kondom Indonesia

Mengenal Jenis Ukuran dan Cara Penggunaan KondomSitus Domino Online – Kondom untuk pria merupakan salah satu alat kontrasepsi nyaman yang banyak dipilih karena praktis, murah, dan mudah diperoleh. Jika digunakan dengan tepat, kondom dapat mencegah kehamilan sekaligus melindungi dari penyakit menular seksual (PMS) Mengenal Jenis Ukuran dan Cara Penggunaan Kondom.

Mengenal Jenis Ukuran dan Cara Penggunaan Kondom

Bandar Poker Online – Pada dasarnya, tujuan kondom adalah obat untuk mencegah kehamilan, yaitu sebagai alat penghalang fisik yang menghentikan sperma memasuki vagina dan mencapai sel telur. Penggunaan kondom secara konsisten dan benar dapat mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual seperti herpes genital dan sifilis. Penggunaan kondom juga mengurangi risiko penularan virus HIV/AIDS, serta risiko infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin hingga kanker serviks. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kondom menjadi penghalang efektif untuk mencegah penyakit menular seksual akibat kuman serta virus yang paling kecil sekalipun.

Mengenal Jenis-jenis Kondom

Mengenal Jenis Ukuran dan Cara Penggunaan Kondom pria tersedia dengan berbagai bentuk, ukuran, bahan, dan karakteristik lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Bahan Materi utama Mengenal Jenis Ukuran dan Cara Penggunaan Kondom antara lain dari lateks, polyurethane atau polyisoprene, sejenis plastik dan bahan alami yang terbuat dari usus domba. Lateks dianggap paling efektif dalam mencegah penularan penyakit menular seksual. Sementara itu, kondom yang terbuat dari polyurethane atau polyisoprene dan bahan alami berguna bagi yang memiliki alergi terhadap lateks. Kondom yang berbahan alami dari usus domba dapat mencegah kehamilan, namun tidak mencegah PMS.

Ukuran. Ukuran kondom terdiri dari standar, ekstra besar atau ukuran yang lebih kecil sesuai kebutuhan.

Tersedia juga kondom dengan ketebalan ekstra untuk pengamanan lebih tinggi atau juga kondom ekstra tipis. Kondom yang tebal, biasa digunakan untuk hubungan seks anal dan bagi pria yang sering kali bermasalah dengan kondom biasa.

Bentuk. Untuk menahan air mani, sebagian kondom memiliki bagian ujung yang mengerucut, namun sebagian lagi tidak.

Kandungan spermisida. Cairan pelumas yang mengandung spermisida sudah disertakan pada sebagian kondom. Spermisida adalah unsur yang dapat membunuh sel-sel sperma. Ini bertujuan memberi perlindungan lebih pada kondom dalam mencegah kehamilan. Namun, spermisida meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual.

Rasa. Kondom tanpa pelumas dengan tambahan rasa, merupakan jenis yang tepat untuk seks oral. Kondom yang mengandung spermisida tidak disarankan untuk seks oral karena meninggalkan rasa tidak enak pada lidah.

Warna. Ada berbagai macam warna kondom yang dapat dipilih sesuai selera.

Kapan Kondom Dipakai?

Kondom perlu dipakai saat berhubungan seksual, termasuk ketika melakukan hubungan seks anal maupun oral. Gunakan sebelum melakukan kontak seksual dan segera lepaskan setelah ejakulasi.

Baca Juga : Primbon Arti Kedutan Bagian Tubuh Lengkap

Kondom pria memiliki tingkat efektivitas sekitar 98 persen dalam mencegah kehamilan. Dengan penggunaan yang benar, efektivitas tersebut dapat semakin optimal.

Cara Memakai Kondom yang Benar

Penggunaan kondom pria jauh lebih mudah dibandingkan kondom wanita. Selain itu, kondom pria juga hanya perlu digunakan beberapa saat sebelum melakukan hubungan intim. Berikut adalah cara pemakaian kondom yang benar:

  • Perhatikan kemasan dan tanggal kadaluarsa kondom. Jangan gunakan kondom yang telah melewati tanggal kadaluarsa atau yang kemasannya rusak.
  • Buka kemasan kondom dengan hati-hati untuk mencegah robekan pada kondom, karena kondom rentan dengan benda tajam, seperti perhiasan atau kuku.
  • Tekan dengan telunjuk dan ibu jari untuk mengeluarkan udara yang kemungkinan terperangkap pada ujung kondom.
  • Pasang kondom pada penis yang ereksi. Sisakan sekitar 1 cm pada ujung kondom yang tidak memiliki penampung sperma.
  • Kondom berada pada posisi terbalik jika sulit digulirkan. Segera ganti dengan kondom yang baru apabila sisi yang salah dari kondom sudah menempel pada ujung penis.
  • Lepas kondom ketika penis masih ereksi, segera setelah selesai ejakulasi.
  • Pegang bagian bawah kondom yang berada di bagian dasar penis untuk melepasnya.
  • Hindari sperma tercecer dengan melepasnya perlahan-lahan.
  • Ikat pangkal kondom dan buang kondom bekas pakai ke tempat sampah.
  • Pakai kondom baru tiap kali akan melanjutkan hubungan seks setelah ejakulasi.
  • Sebaiknya kondom digunakan bersama pelumas yang berbahan dasar air. Pelumas berbahan minyak seperti petroleum jelly dapat mengurangi efektivitas kondom.

Jangan mengambil risiko dengan menyentuhkan penis ke vagina sebelum kondom benar-benar terpasang. Juga waspadai kegagalan dan kebocoran penggunaan kondom. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya kehamilan atau penularan penyakit menular seksual. Segera konsultasi dengan dokter atau ahli medis ketika hal itu terjadi.

Hal-hal yang Mengganggu Efektivitas Kondom

Lapisan kondom yang tidak terlalu tebal memiliki risiko rusak atau sobek saat digunakan. Beberapa alasan yang dapat menyebabkan hal tersebut, antara lain:

  • Terkena panas
    Dompet atau mobil bukan tempat yang tepat untuk menyimpan kondom, terutama yang terbuat dari lateks.
  • Pelumas
    Gunakan pelumas berbahan dasar air, terutama untuk kondom lateks. Kondom lateks tidak boleh menggunakan pelumas yang berbahan minyak, seperti minyak bayi, vaseline atau petroleum jelly, karena bahan-bahan tersebut dapat merusak lateks.
  • Obat-obatan
    Obat yang dimasukkan ke vagina atau anus seperti pada pengobatan infeksi jamur vagina dapat merusak kondom yang berbahan lateks dan polyisoprene.
  • Ukuran tidak pas
    Pakai yang sesuai ukuran, hindari kondom terlalu kecil atau besar.
  • Kondom robek
    Kondom yang tidak sengaja tersobek ketika membuka bungkus kondom, terkena benda tajam atau tergores kuku dapat berkurang efektivitasnya.
  • Risiko Pemakaian Kondom
    Kondom tergolong aman, namun tetap harus diwaspadai adanya kemungkinan alergi, terutama terhadap kondom yang terbuat dari lateks.

Timbulnya iritasi kulit pada penis merupakan salah satu tanda terjadi alergi. Jangan anggap remeh. Jika tergolong parah, alergi jenis ini dapat mengancam nyawa.

Untuk menjaga kesehatan, penting untuk menentukan pilihan dan jenis kondom yang cocok bagi Anda dan pasangan. Jika Anda atau pasangan memiliki risiko alergi, hindari kondom dari bahan lateks. Konsultasikan kepada dokter atau ahli medis untuk pilihan kontrasepsi yang sesuai bagi Anda dan pasangan.