Thursday, May 23, 2024
spot_img
HomeTerkiniDitargetkan Selesai Seminggu, Evakuasi Bangkai Pesawat Super Tucano sedang berjalan

Ditargetkan Selesai Seminggu, Evakuasi Bangkai Pesawat Super Tucano sedang berjalan

1berita.com – Proses evakuasi pesawat Super Tucano yang jatuh di Pasuruan terkendala medan sulit dan cuaca berkabut. Evakuasi ditargetkan selesai dalam seminggu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Agung Sasongkojati mengatakan tidak bisa memaksakan proses evakuasi selesai cepat. Sebab, ada risiko bahaya yang mengintai tim evakuasi.

“Karena medannya cukup berat, kira-kira seminggu lah (evakuasi selesai), nggak bisa dipaksain, kan hujan-hujan tambah bahaya bagi orang, itu mudah longsor dan tanahnya gembur,” katanya kepada wartawan, Sabtu (18/11/2023).

Evakuasi yang rencananya dilakukan dengan helikopter juga akan kembali dipertimbangkan. Sebab, lokasi jatuhnya pesawat sulit dijadikan tempat pendaratan helikopter. Agung tak mau mengambil risiko yang justru bisa mencelakai tim evakuasi.

“Untuk evakuasi dengan helikopter akan ditanyakan lagi, karena daerahnya cekung, daerah berbahaya untuk helikopter turun. Daripada risikonya celaka, makanya kami nggak pakai helikopter, itu hanya opsi saja setelah dilihat cuaca. Jadi nanti ada informasi lebih lanjut, tidak bisa dipaksakan,” ungkap Agung.

Baca Juga:  Kunjungi Rumah Korban 2 Super Tucano Jatuh di Malang, Prabowo Berduka

Jika memungkinkan dievakuasi menggunakan helikopter, bangkai pesawat akan dipotong-potong. Agung menjelaskan hal itu untuk memudahkan pengangkutan dan supaya tidak berat.

“Kemungkinan harus memotong pesawat, dan mengangkutnya menggunakan helikopter. Itu harus dipotong (bangkai pesawat) supaya tidak terlalu berat, dan tidak terlalu sulit untuk diangkat,” ungkapnya.

Di sisi lain, tim investigasi yang diterjunkan ke lokasi telah menemukan kotak hitam atau Flight Data Recorder (FDR) dua pesawat EMB-341 Super Tucano. Selain itu, tim juga telah mengamankan senjata yang ada di dalam pesawat.

“Itu sudah hari kemarin, sudah dibawa oleh tim. Jadi FDR-nya sudah aman, sudah aman FDR. Dua-duanya sudah. Senjatanya juga sudah dua-duanya dibawa,” ujarnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Tinjau Alutsista TNI dan Resmikan Pembangunan Jalan di Jawa Timur

Agung menyebut pengamanan FDR dan senjata menjadi langkah terpenting dalam evakuasi dan investigasi. Kotak hitam dibutuhkan untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat tempur milik Lanud Abdulrachman Saleh Malang itu.

“Sementara masih itu, yang penting senjata dan FDR, yang lainnya akan menyusul. Perlu waktu untuk pesawat segede itu (dievakuasi), tempatnya susah,” ungkap Agung.

Proses penyelidikan kotak hitam pesawat, lanjut Agung, akan dilakukan oleh tim investigasi yang telah dibentuk TNI AU. “Nanti tim yang akan memeriksa itu, kelihatannya datanya bisa dibaca di tempat kita,” ucap Agung.

Sourcedetikcom
BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer