Friday, June 14, 2024
spot_img
HomeTerkiniTNI Tingkatkan Standar Keamanan Pasca Ledakan Gudang Amunisi

TNI Tingkatkan Standar Keamanan Pasca Ledakan Gudang Amunisi

1Berita.com – Dalam sebuah demonstrasi ketegasan dan kesiapsiagaan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, bukan disebabkan oleh human error.

Kejadian ini menyoroti standar tinggi yang diterapkan oleh TNI dalam pengelolaan amunisi, khususnya yang telah kedaluwarsa dan oleh karenanya menjadi lebih sensitif.

Jenderal Agus menekankan bahwa keberadaan amunisi kedaluwarsa yang berjumlah 65 ton di gudang tersebut tidak luput dari perhatian dan penanganan yang cermat sesuai dengan Sistem Operasional Prosedur (SOP) TNI yang telah dirancang untuk menjamin keselamatan.

“Memang kalau sudah expired itu relatif sensitif dia, labil. Dia kena gesekan, gerakan, kena panas dia akan mudah meledak. Makanya, kita punya SOP penggudangannya itu, di bawah tanah,” tutur Agus.

Baca Juga:  Perselisihan Antara Anggota TNI AL dan Brimob di Sorong Sudah Selesai

“Jadi, di bawah tanah karena labil tersebut dan sewaktu-waktu bisa meledak. Itu SOP kita. Penyimpanannya di bawah tanah kemudian ada tanggul dan jauh dari pemukiman masyarakat,” sambungnya.

Pernyataan Panglima TNI tersebut bukan hanya menegaskan komitmen TNI terhadap standar keamanan yang tinggi, tetapi juga keberanian dalam menghadapi situasi yang sulit dengan cara yang terorganisir dan profesional.

Kejadian ini memperkuat pentingnya protokol keselamatan dan keamanan yang telah lama diterapkan oleh TNI dalam mengelola amunisi, terutama yang telah melewati tanggal kadaluwarsanya.

Dengan investigasi yang sedang berlangsung, TNI bertekad untuk tidak hanya mengidentifikasi penyebab pasti dari kebakaran tersebut, tetapi juga untuk mengambil langkah perbaikan guna menghindari kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga:  Menko Polhukam Buka Suara dan TNI Lakukan Investigasi

Ini menunjukkan sikap proaktif dan tanggung jawab TNI dalam mengelola setiap aspek operasionalnya, memastikan bahwa kejadian yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.

Insiden ini, walaupun tidak diharapkan, menjadi kesempatan bagi TNI untuk meninjau kembali dan memperkuat SOP yang ada, serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pengelolaan amunisi yang kedaluwarsa.

Melalui tindakan preventif dan kesiapsiagaan yang tinggi, TNI menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keamanan, baik bagi personelnya maupun masyarakat luas.

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer