Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomeTerkiniUpaya Mengatasi Abrasi di Pantai Stalkuda: Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Kaji Rencana...

Upaya Mengatasi Abrasi di Pantai Stalkuda: Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Kaji Rencana Penanaman Mangrove

1berita.com – Perubahan garis pantai menjadi tantangan serius bagi banyak wilayah pesisir di seluruh dunia, termasuk abrasi pantai. 

Meskipun merupakan proses alami, abrasi dapat dipercepat oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan muka air laut. Faktor buatan manusia, seperti penambangan pasir dan pembangunan pantai tanpa perencanaan, semakin memperparah masalah ini, dengan dampak serius pada lingkungan, termasuk hilangnya lahan pantai, erosi tanah, dan kerusakan ekosistem pesisir.

Dampak negatif abrasi pantai juga merambah ke sektor perikanan, pariwisata, dan sumber daya alam pesisir. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan rehabilitasi menjadi sangat penting untuk melindungi garis pantai dan menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Salah satu langkah efektif dalam pencegahan abrasi adalah melalui penanaman mangrove. Pantai sepanjang kurang lebih 800 meter di Markas Satuan Brimob Polda Kaltim, terutama di kawasan Stalkuda, mulai terancam oleh abrasi. 

Dalam menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan melakukan kajian dan mengusulkan tiga opsi penanganan, termasuk pembuatan pemecah ombak, siring/turap sepanjang pantai, dan penanaman mangrove.

Andi Irwan Amran, Kepala Bidang Penata Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, menjelaskan opsi ini pada kunjungan ke Pantai Outbond Satbrimob Polda Kaltim. Ia menyoroti pentingnya penanaman mangrove sebagai salah satu cara efektif dalam mengurangi abrasi pantai dan melindungi bibir pantai.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, menekankan bahwa mangrove tidak hanya mendukung ketahanan pantai tetapi juga menciptakan habitat laut yang berkelanjutan. Penanaman mangrove dan cemara laut dipilih secara khusus untuk menahan air laut dan menjaga karbon dioksida, dengan tujuan mencegah abrasi di pantai Stalkuda.

“Dengan program penanaman mangrove untuk pencegahan abrasi, kita berharap Pantai Stalkuda dapat menjadi daya tarik wisatawan sebagai obyek wisata edukasi dan konservasi,” kata Andy Rifai.

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer