JAKARTA — Hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia tahun 2026 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan publik mencapai 79,9 persen, yang terdiri dari 66,9 persen responden mengaku cukup puas dan 13,0 persen sangat puas.
Beberapa faktor utama yang mendorong tingginya kepuasan publik ini meliputi langkah pemerintah dalam pemberantasan korupsi, penyaluran bantuan sosial, kepemimpinan yang tegas dan berwibawa, serta implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepercayaan Lembaga Negara dan Program MBG
Dalam hal tingkat kepercayaan terhadap lembaga negara, TNI (83%), Presiden (91%), dan Kejaksaan Agung (80%) berada di urutan teratas sebagai lembaga paling dipercaya publik. Aksi Kejaksaan Agung memamerkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi sebesar Rp6,6 triliun juga dinilai positif oleh publik sebagai wujud transparansi dan komitmen penegakan hukum.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatatkan tingkat kepuasan publik sebesar 72,8 persen. Lebih dari sepertiga warga nasional mengonfirmasi bahwa ada anggota keluarga mereka yang telah menerima manfaat dari program tersebut.
Catatan Kritis Masyarakat
Meskipun tingkat kepuasan publik tergolong tinggi, survei ini memberikan sejumlah catatan penting:
- Potensi Korupsi Program MBG : Mayoritas responden menyuarakan kekhawatiran dan kurang percaya bahwa pelaksanaan program MBG bebas dari potensi korupsi. Indikator menyarankan agar evaluasi berkala terus dilakukan untuk mencegah dampak terhadap stabilitas politik.
- Tantangan Ekonomi : Meskipun kondisi ekonomi rumah tangga perlahan membaik, stabilitas harga kebutuhan pokok, penyediaan lapangan kerja, dan penurunan daya beli masyarakat masih menjadi perhatian utama bagi sekitar 75 persen warga.
- Penanganan Kasus Hukum : Publik memberikan apresiasi atas penanganan kasus-kasus besar seperti korupsi Chromebook dan kasus Riza Chalid. Namun, penanganan kasus judi online masih mendapat persepsi kurang memuaskan dari masyarakat.
