BALIKPAPAN – Umat Hindu di Kalimantan Timur melaksanakan upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian Karya Agung di Pura Payogan Agung Kutai, Tenggarong. Kegiatan yang berlangsung di Pantai Ex SPN Stal Kuda, Balikpapan, ini diikuti dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Melasti merupakan ritual penting dalam agama Hindu untuk menyucikan diri secara lahir dan batin, sekaligus memohon kelancaran prosesi Karya Agung yang akan digelar di pura.
Rombongan umat Hindu berangkat dari Pura Payogan Agung Kutai di Tenggarong pada pagi hari dan tiba di Pantai Ex SPN Stal Kuda sekitar pukul 11.30 WITA. Saat kedatangan mereka, cuaca sempat mendung dan turun hujan ringan. Namun, hujan tersebut segera reda, membawa suasana sejuk yang dianggap sebagai pertanda berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk kelancaran prosesi Melasti.
Ritual Suci Penyucian Alam dan Diri
Prosesi Melasti dimulai dengan persembahan sesajen, pemanjatan doa, dan pengambilan air suci yang menjadi simbol penyucian alam semesta dan diri. “Ritual Melasti ini adalah yadnya, atau persembahan suci, untuk membersihkan diri dari energi negatif dan memohon kelancaran Karya Agung di Pura Payogan Agung Kutai. Melalui Melasti, kami berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan berkah serta perlindungan,” jelas Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Balikpapan, AKBP (Purn) I Nengah Kayun Widyartana, S.H.
Selain itu, Ketua PHDI juga mengingatkan umat Hindu tentang peran mereka dalam menjaga kedamaian selama berlangsungnya Pilkada Serentak 2024 mendatang. Ia mengajak umat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan.
“Sebagai umat beragama, tanggung jawab kita adalah menjaga keharmonisan dan kedamaian, termasuk dalam momen penting seperti Pilkada. Marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada, serta berdoa agar berlangsung dengan damai dan lancar,” imbau I Nengah Kayun.
Melasti, Momen Kebersamaan dan Kesadaran Lingkungan
Prosesi Melasti di pantai ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarumat Hindu di Kalimantan Timur, dengan kehadiran umat dari Tenggarong, Samarinda, hingga Balikpapan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen umat Hindu dalam menjaga nilai-nilai dharma dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Selain itu, prosesi pengambilan air suci di pantai merupakan simbol harmoni antara manusia dan alam. “Kegiatan ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari bakti kepada Tuhan,” tambahnya. Dalam setiap langkah ritual, umat Hindu mengingatkan pentingnya kelestarian alam sebagai bagian dari kehidupan yang harmonis.
Usai prosesi, rombongan kembali ke Pura Payogan Agung Kutai di Tenggarong dengan penuh rasa syukur. Mereka berharap agar seluruh rangkaian Karya Agung maupun Pilkada di Kalimantan Timur berjalan dengan aman, damai, dan diberkati.
Makna Melasti dalam Merawat Kedamaian dan Persatuan
Semangat Melasti menjadi cerminan tekad umat Hindu di Kalimantan Timur untuk senantiasa menjaga kedamaian, persatuan, dan nilai-nilai luhur dharma. “Kami berharap Karya Agung dan Pilkada membawa berkah bagi kita semua,” tutup I Nengah Kayun.
Melalui momen Melasti ini, umat Hindu tidak hanya melakukan penyucian diri tetapi juga menguatkan komitmen mereka untuk menjaga harmoni dan persatuan di tengah masyarakat.




