Wednesday, February 28, 2024
spot_img
HomeTerkiniEks Ketua BEM UI Dikenai Sanksi Akademik karena Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

Eks Ketua BEM UI Dikenai Sanksi Akademik karena Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

1berita.comUniversitas Indonesia (UI) mengambil langkah tegas terhadap Ketua nonaktif BEM UI, Melki Sedek Huang, yang terbukti bersalah melakukan kekerasan seksual. Keputusan ini diumumkan melalui Surat Keputusan (SK) 2024 nomor 49 yang dikeluarkan oleh Rektor UI, Ari Kuncoro.

Dalam SK tersebut, disebutkan bahwa Melki Sedek terbukti melakukan kekerasan seksual berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti, serta keterangan saksi yang dikumpulkan oleh Satgas Penanganan Kekerasan Seksual UI. Sebagai konsekuensi, universitas menjatuhkan hukuman administratif berupa skorsing akademik selama satu semester.

“Hukuman administratif tersebut diterapkan untuk melaksanakan fungsi penanganan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Indonesia,” ujar Ari Kuncoro dalam SK tersebut.

Baca Juga:  Hoaks! Pamflet Unjuk Rasa 100 Ribu Mahasiswa Turunkan Jokowi, Melki Sedek Huang: Saya Tidak Tahu Menahu

Pihak Humas UI, Amelita, telah mengonfirmasi kebenaran SK tersebut. “Benar, SK Rektor seperti yang dishare itu,” kata Amelita.

Selama masa skorsing, Melki Sedek dilarang menghubungi, mendekati, atau berada di lokasi dekat dengan korban. Dia juga tidak diizinkan aktif secara formal maupun informal dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di tingkat program studi, fakultas, dan universitas. Melki Sedek juga tidak boleh berada di lingkungan kampus UI.

Selain itu, sebagai bagian dari sanksi, Melki Sedek diwajibkan mengikuti konseling psikologis. Selama masa skorsing, dia hanya diizinkan hadir di lingkungan kampus UI saat menghadiri sesi-sesi konseling atau edukasi tentang kekerasan seksual yang dilaksanakan secara khusus dengan tatap muka langsung.

Baca Juga:  Hoaks! Pamflet Unjuk Rasa 100 Ribu Mahasiswa Turunkan Jokowi, Melki Sedek Huang: Saya Tidak Tahu Menahu

Dengan adanya keputusan ini, UI menegaskan komitmen institusi dalam menangani tindakan kekerasan seksual dan memberikan perlindungan kepada korban.

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer