Friday, February 23, 2024
spot_img
HomeInternasionalPapua Nugini Demonstrasi Damai Berubah Jadi Kerusuhan, Ada Apa?

Papua Nugini Demonstrasi Damai Berubah Jadi Kerusuhan, Ada Apa?

1Berita.com – Kerusuhan besar terjadi di Papua Nugini ketika warga melakukan demo besar-besaran di Port Moresby pada Rabu (10/1). Sejumlah besar pertokoan pun dijarah bahkan dibakar dalam peristiwa itu.

Menurut laporan ABC Net, ratusan warga berdemonstrasi di gedung parlemen di Port Moresby setelah terjadi eror dalam pembayaran gaji para pegawai negeri sipil (PNS). Gaji PNS di Papua Nugini berkurang 300 Kina atau sekitar Rp1,2 juta dari yang seharusnya, dengan Badan perpajakan Papua Nugini mengklaim adanya eror dalam insiden tersebut.

Warga yang terdampak pun berunjuk rasa secara massal. Demonstrasi awalnya berjalan damai dengan pengawalan polisi, namun mendadak berujung rusuh hingga terjadi aksi perampokan.

St John Ambulance melaporkan bahwa layanan ambulans menerima sejumlah besar panggilan darurat terkait pembakaran dan luka-luka akibat kerusuhan di distrik ibu kota.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menyatakan bahwa kabinet nasional telah meminta bantuan personel pertahanan untuk membantu polisi dalam memulihkan ketertiban.

“Saya mengimbau warga untuk melindungi kota kita. Keluhan polisi dan pegawai negeri sedang ditangani, serta gaji yang kurang akan dibayarkan pada pembayaran selanjutnya,” kata Marape.

Pusat perbelanjaan besar di pusat kota terlihat terbakar oleh para perusuh. Video di media sosial menunjukkan banyak toko di Port Moresby dijarah dan dibakar.

Alam Bhuiyan, pengungsi Bangladesh yang tinggal di Port Moresby, mengungkapkan bahwa supermarketnya digeruduk dan dicuri saat jumlah polisi yang mengawal protes berkurang. Dia menggambarkan toko nya yang kini kosong, tanpa keberadaan apa pun, dan kehilangan segala sesuatunya.

Pemimpin Oposisi Papua Nugini, Joseph Lelang, mengatakan kerusuhan dan protes mencerminkan penderitaan ekonomi yang signifikan di negara tersebut.

“Angka pengangguran sangat tinggi, dan pemerintah mungkin telah meremehkan kesulitan ekonomi serta kesulitan yang dihadapi rakyat kita di sini,” ucap Lelang.

Dia menyoroti peningkatan inflasi tanpa kenaikan upah riil yang sesuai dan menilai bahwa protes dan kerusuhan ini merupakan cara warga menyuarakan rasa frustasi mereka akan kondisi negara yang menyedihkan.

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer