Friday, June 14, 2024
spot_img
HomeInternasionalWNI Ceritakan Situasi Saat Gempa Susulan

WNI Ceritakan Situasi Saat Gempa Susulan

1Berita, Taiwan – Warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Taiwan melaporkan 39 kali gempa susulan setelah gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,7 mengguncang pulau tersebut pada Rabu (3/4).

Wik Manul, seorang WNI, menghitung jumlah gempa susulan berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Pusat, Kementerian Transportasi Taiwan. Menurutnya, data histori dari BMKG menunjukkan adanya 39 kali gempa susulan pada hari ini.

Namun, yang dirasakan hanya gempa-gempa dengan level di atas 4. Berdasarkan laporan badan meteorologi, gempa susulan terjadi dengan berbagai level dan magnitudo, berkisar antara 3,2 hingga 6,0.

Baca Juga:  Siaga Gempa Susulan Taiwan

Skala intensitas Mercalli mengukur dampak gempa pada manusia dan lingkungan. Skala ini memiliki rentang angka 1 hingga 12. Level 1 menandakan getaran yang tak terasa, level 2 lemah, level 3 lemah, dan level 4 sedang.

Gempa dengan level 5 akan terasa sedang dan hampir dirasakan oleh semua penduduk.

Gempa bumi dahsyat dengan kekuatan 7,7 skala Richter melanda Taiwan pada Rabu pagi. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut pusat gempa berada di 18 kilometer selatan Kota Hualien, Taiwan, dengan kedalaman 34,8 km.

Akibat gempa ini, Taiwan mengonfirmasi satu orang tewas dan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka. Beberapa bangunan di Hualien mengalami kerusakan dan beberapa orang dilaporkan terjebak di reruntuhan.

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Taiwan Bertambah Jadi 7 Orang

Selain itu, gempa di Taiwan juga terasa hingga ke Jepang, Filipina, dan sejumlah wilayah di China. Menurut catatan Pusat Seismologi Taiwan, hingga saat ini telah terjadi 25 gempa susulan.

Situasi ini memerlukan kewaspadaan dan koordinasi antara negara-negara terdampak untuk mengatasi dampak gempa dan memastikan keselamatan warga .

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar anda!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

- Advertisment -spot_img

Berita Populer